Archive for Desember 2019
Prolog
Mungkin kau tak akan percaya tentang kisahku tapi suatu saat nanti kau pasti akan mempercayainya ya !
***
Nisa terbangun di atas kasur yang sangat empuk dan megah. penyangganya terbuat dari emas dan mempunyai atap logam yang kokoh
Sempat berpikir fungsi atap ini untuk apa ?, padahal ini kan di dalam ruangan kenapa juga harus menggunakan atap, bukannya indah malah risih dibuatnya.
Sepintas nisa melihat ke arah jam pasir yang ia balik semalam, pasir yang di atas hampir habis jatuh mengalir kebawah, berarti menandakan tidurnya sudah cukup 6 jam.
Nisa melihat ke luar jendela. Pemandangan kota di pagi hari terpapar di depan matanya, pemandangan ini bukan hal luar biasa lagi bahkan sudah biasa, karna kastil yang ia tempati tepat berada di dataran paling tinggi di kota jadi terpaksa nisa harus melihat pemandangan ini
Tuk tuk tuk ...
Suara pintu yang dipukul pelan terdengar dari arah pintu
"Putri makanan sudah siap" pelayan itu menunduk hormat kepada nisa
"Aku akan ke sana" nisa melangkakan kaki ke ruang makan dengan sedikit terburu-buru
"Selamat pagi ibunda, ayahanda" nisa terpaksa mengucapkan 'selamat pagi' setiap pagi, karna itu wajib di sini
"Selamat pagi" kedua orang tuanya menyapa balik serentak
Nisa duduk di kursi yang telah di sediakan, makanan pada hari ini sama mewahnya dengan hari lain, sebenarnya makanan yang mewah ini tidak bisa di sebut mewah lagi jika disajikan tiap hari.
Karna keluarga nisa adalah pemimpin tertinggi di kota ini, bisa dibilang bangsawan para bangsawan, nisa tak perna disajikan dengan namanya kekurangan, semua kemauannya terpenuhi, bahkan sebelum ia berbicara, keinginan itu bisa terkabulkan.
Sehabis makan nisa berlari ke kamarnya dan mengganti pakaian layaknya bak seorang putri, kenapa ? , ya... karna dia putri ?.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ketuju belas. jadi nisa berdandan secantik mungkin, dia berharap ada seseorang yang akan menculiknya dan pergi meninggalkan kota ini, ataupun seeoker monster tingkat tinggi yang mengacau, kalau ada !
Nisa keluar dari istana. Nisa melihat orang-orang telah berjejer rapi menunggu kedatangannya, karpet merah telah terbentang panjang hingga ke jalur utama, di sisi kiri karpet sekitar 10 meter ada sebuah kue besar setinggi badannya tertunggu untuk di makan, nisa berjalan menyusuri karpet itu dan terhenti di tengah karpet.
Mendadak semua orang terdiam sesaat
"Moster..." seorang perempuan teriak sambil menunjuk ke arah langit, dan diikuti semua orang terpencar, terpeca belah kemana-mana
"Siapa saja cepat singkirkan terif itu!!!" Teriak seorang penjaga dari menara tak jauh dari area pesta sambil menunjuk makhluk yang sedang terbang santai, berputar-putar di atas kue ulang tahun nisa
'Terif, monster tingkat menengah yang biasanya menyerang para pedagang di dataran tinggi, tubuhnya seperti leopar dengan sayap gagak berwarna hitam pekat di kedua pundaknya'
Ratusan panah di tembakan ke arah terif itu. tapi, satupun tak ada yang mengenainya.
karna ia terbang terlalu tinggi mungkin!
Selanjutnya kilatan api tajam menyambar terif dari arah tower penjaga, membakar sayam terif, tanpa sayap terif itu jatuh terputar-putar ke bawah menghantam kue ulang tahun nisa.
Kuenya hancur ....
"Pesta ulang tahun yang menyebalkan dan kenapa ada terif di dataran ini, bukankah ini dekat pantai !!" Teriak nisa
"Awas tuan putri!!" Salah satu penjaga melompat memeluk putri, mereka terguling-guling beberapa meter menjauh dari lokasi nisa berdiri
Baru saja beberapa milidetik, tembakan kilat hitam menghancurkan tempat nisa berpijak tadi, terif itu berdiri seperti kucing sedang berhadapan dengan lawannya
Sekali lagi kilatan menyambar ke arah nisa, hantaman itu membuat ledakan lumayan besar, membuat kabut sesaat, setelah kabut lenyap tertiup angin tampak nisa berlindung di balik barier kristas transparan yang ia buat
Nisa melepaskan barier itu, pelindung itu hilang seketika, nisa berlari kearah terif dengan tangan kosong, terif yang melihat nisa berlari ke aranya, ia kembali mengeluarkan kilatan listrik hitam, tapi kali ini kilatan itu di tepis dengan tangan nisa dengan sekali hayunan, kilatan itu terbelok kesembarang arah menghancurkan dinding kastil
Nisa tak memperdulikan ke arah mana kilatan itu menyambar ia tetap berlari ke arahnya
Sampai di depan terif ana langsung meletakan talapak tangannya di kepala sang terif
"Bisakah kau kembali" ucap nisa pelan dengan nada memohon
Terif itu mengangkat keduka kaki depan menjatuhkan nisa tepat di hadapannya, lalu terif itu terbang meninggalkan kastil
Perajurit lain hanya terpelongok melihat aksi heroit tuan putri yang ia jaga selama ini, satu-persatu perajurit mendekati tuan putri memberikan bantuan
"Nisa...!!" Sang raja keluar dari dalam kastil dengan ratu, dan memeluk nisa
Sang raja dan ratu menangis tersedu-sedu dihadapan sang putri dan perajuritnya
- singkat cerita seperti inilah kisahku, aku seorang tuan putri penguasa negri ini dengan bakat alami yang aku miliki, bisa dibilang aku ini tuan putri sekaligus penyihir hebat!!
Cerita ini belum dimulai, ini hanya perkenalan, ingat!!
Chapter 01
#jamur
***
Nisa membukakan matanya menatap lurus ke arah langit-langit, ia mendapatkan pandangan yang tak lazim, itu jerami bukan atap logam seperti yang ia lihat sejak kecil sampai saat ini
Nisa terduduk, melihat ke sekeliling. ia mendapatkan dirinya tengah terduduk di atas tumpukan jerami dan ini tempat apa!, seperti kandang kuda
Sepintas nisa melihah sebuah pintu tanpa penutup beberapa meter di hadapannya
Nisa langsung berlari ke arah pintu, baru saja tiba di pintu, nisa tertabrak seorang lelaki parubaya dengan balok kayu di tangannya
"Sakit!!.. kepalaku" ciut nisa memegangi kepalanya
"He... sudah sadarkah?" Tanya lelaki itu lalu pergi ke sudut ruangan meletakan balok kayu dan kembali ke hadapan nisa
"Kau siapa?"
"Toka" jawab toka singkat lalu ia duduk di atas jerami
"Ini di mana?" Tanya nisa tanpa basa-basi
"Ini gubuk kesayanganku"
"Aku kira kandang kuda"
"WOI.! Ini gubuk!"
"tapi bukannya ini lebih mirip kandang kuda dari pada gubuk, lihat pintu ini, kemana penutupnya?!" Nisa menunjuk ke arah jalan keluar yang ia ingin lewati tadi
"Aku jual"
"Kenapa?"
"Aku butuh makanan" Jawab toka datar, lalu toka berbaring di tumpukan jerami
"Aku tau itu!, yang kutanya kenapa kau jual pintu ini!"
Tersentak nisa terdiam sesaat setelah menanyakan pertanyaan tak berbobot itu ke arah toka
Tunggu kenapa aku bahas pintu, bukan membahas kenapa aku bisa berada di sini. Baiklah akan ku bahas setelah pintu ini selesai
Batin nisa berbicara
"Kenapa kau diam, kau lapar ?, itu ada kayu yang aku bawah tadi" ucap toka
"Ahh.. kayu?, kamu pikir aku rayap"
"Aku pikir kau bukan rayap biasa, tapi seperti ratunya hihihi" ucap toka ditutup tawa kecil
Tiba-tiba kepala nisa mendadak sakit, ia memegangi kepalanya lagi, Kilasan monokron sesaat tertampil di pikiran nisa tentang kastil pada hari ulang tahunnya yang ketujuh belas, pandangannya kabur sementara hanya beberapa detik, setelah hampir lewat 10 detik pandangannya pulih kembali dan rasa sakit yang menyerangnya tadi ikut hilang
"Ratu rayap kau kenapa?" Tanya toka duduk
"Aku ingat, aku kan putri" gumam nisa memandang arah bawah sendiri
"Iya kau ratu rayap"
"Bukan!!, tapi aku beneran putri dan kenapa aku disini?" Nisa berbicara sendiri sambil mencoba mengingat-ingat lagi kejadian sebelum ia tersadar disini
"Hemmm.. karna kau lapar?"
Sakittt.. itulah yang menyerang kepala nisa kembali saat ia mulai mencoba mengakses ingatannya terlalu dalam
Toka mengambil kayu lalu menyodorkannya ke nisa
"Ini kayu, kau lapar"
"untuk apa" nisa melirik ke arah toka
Krak ..
Bunyi retakan dari dalam kayu, kayu itu terbela menjadi dua dan terlihat di dalamnya terdapat jamur yang berwarna hitam keunguan. Toka mengambil salah satu jamur yang berada di dalam kayu. Tanpa basa-basi toka langsung menyantapnya
"Kau mau" toka menyodorkan jamur hitam itu
"Apa ini"
"Ini jamur kayu beracun" jawab toka sambil mengunya jamur
"KENAPA KAU MAKAN!!"
"Karna ini enak"
"Tampaknya kau tak apa-apa" nisa mengamati toka serius "jadi kenapa ada kata racun di jamur ini?"
"Karna jika hewan yang memakannya dia akan mati"
"SERIUS!!" Tanya nisa tak percaya
"Tenang saja kita kan manusia" jawab toka santai sambil menyodorkan kembali kayu itu
"Beneran, tak apa?"
"Ayo.., Makan saja" toka menyuruh nisa
Nisa mengambil jamur dari dalam kayu lalu memasukan ke dalam mulutnya, cairan dari jamur langsung meleleh membasaki seluruh ruang di mulut nisa, pahit bercampur manis itu lah yang nisa rasakan, seperti blu beri terciprat empeduh
Tiba-tiba kaki nisa mati rasa dan diikuti tangannya lalu satu-persatu bagian tubuhnya mati rasa hingga akhirnya nisa terjatuh kebawah dengan kondisi terduduk, dan kini ia hanya bisa melihati toka dari bawah, seluruh tubunya tak bisa bergerak
Kenapa ini, jangan-jangan aku akan mati, tidak-tidak-tidak, bukannya jamur itu aman untuk manusia?
Batin nisa
Toka memerhatikan nisa sambil mengunya jamur itu, lalu ia berkata
"Oh kau mati rasa, dulu aku juga seperti itu saat pertamana kali mencobanya, besok juga akan kembali normal" jawab toka sembari kembali mengambil jamur dari dalam kayu
Sial! Kau toka aku akan pingsan.... mata nisa mulai berat dan akhirnya nisa tertelan dalam kegelapan
Mungkin kau tak akan percaya tentang kisahku tapi suatu saat nanti kau pasti akan mempercayainya ya !
***
Nisa terbangun di atas kasur yang sangat empuk dan megah. penyangganya terbuat dari emas dan mempunyai atap logam yang kokoh
Sempat berpikir fungsi atap ini untuk apa ?, padahal ini kan di dalam ruangan kenapa juga harus menggunakan atap, bukannya indah malah risih dibuatnya.
Sepintas nisa melihat ke arah jam pasir yang ia balik semalam, pasir yang di atas hampir habis jatuh mengalir kebawah, berarti menandakan tidurnya sudah cukup 6 jam.
Nisa melihat ke luar jendela. Pemandangan kota di pagi hari terpapar di depan matanya, pemandangan ini bukan hal luar biasa lagi bahkan sudah biasa, karna kastil yang ia tempati tepat berada di dataran paling tinggi di kota jadi terpaksa nisa harus melihat pemandangan ini
Tuk tuk tuk ...
Suara pintu yang dipukul pelan terdengar dari arah pintu
"Putri makanan sudah siap" pelayan itu menunduk hormat kepada nisa
"Aku akan ke sana" nisa melangkakan kaki ke ruang makan dengan sedikit terburu-buru
"Selamat pagi ibunda, ayahanda" nisa terpaksa mengucapkan 'selamat pagi' setiap pagi, karna itu wajib di sini
"Selamat pagi" kedua orang tuanya menyapa balik serentak
Nisa duduk di kursi yang telah di sediakan, makanan pada hari ini sama mewahnya dengan hari lain, sebenarnya makanan yang mewah ini tidak bisa di sebut mewah lagi jika disajikan tiap hari.
Karna keluarga nisa adalah pemimpin tertinggi di kota ini, bisa dibilang bangsawan para bangsawan, nisa tak perna disajikan dengan namanya kekurangan, semua kemauannya terpenuhi, bahkan sebelum ia berbicara, keinginan itu bisa terkabulkan.
Sehabis makan nisa berlari ke kamarnya dan mengganti pakaian layaknya bak seorang putri, kenapa ? , ya... karna dia putri ?.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ketuju belas. jadi nisa berdandan secantik mungkin, dia berharap ada seseorang yang akan menculiknya dan pergi meninggalkan kota ini, ataupun seeoker monster tingkat tinggi yang mengacau, kalau ada !
Nisa keluar dari istana. Nisa melihat orang-orang telah berjejer rapi menunggu kedatangannya, karpet merah telah terbentang panjang hingga ke jalur utama, di sisi kiri karpet sekitar 10 meter ada sebuah kue besar setinggi badannya tertunggu untuk di makan, nisa berjalan menyusuri karpet itu dan terhenti di tengah karpet.
Mendadak semua orang terdiam sesaat
"Moster..." seorang perempuan teriak sambil menunjuk ke arah langit, dan diikuti semua orang terpencar, terpeca belah kemana-mana
"Siapa saja cepat singkirkan terif itu!!!" Teriak seorang penjaga dari menara tak jauh dari area pesta sambil menunjuk makhluk yang sedang terbang santai, berputar-putar di atas kue ulang tahun nisa
'Terif, monster tingkat menengah yang biasanya menyerang para pedagang di dataran tinggi, tubuhnya seperti leopar dengan sayap gagak berwarna hitam pekat di kedua pundaknya'
Ratusan panah di tembakan ke arah terif itu. tapi, satupun tak ada yang mengenainya.
karna ia terbang terlalu tinggi mungkin!
Selanjutnya kilatan api tajam menyambar terif dari arah tower penjaga, membakar sayam terif, tanpa sayap terif itu jatuh terputar-putar ke bawah menghantam kue ulang tahun nisa.
Kuenya hancur ....
"Pesta ulang tahun yang menyebalkan dan kenapa ada terif di dataran ini, bukankah ini dekat pantai !!" Teriak nisa
"Awas tuan putri!!" Salah satu penjaga melompat memeluk putri, mereka terguling-guling beberapa meter menjauh dari lokasi nisa berdiri
Baru saja beberapa milidetik, tembakan kilat hitam menghancurkan tempat nisa berpijak tadi, terif itu berdiri seperti kucing sedang berhadapan dengan lawannya
Sekali lagi kilatan menyambar ke arah nisa, hantaman itu membuat ledakan lumayan besar, membuat kabut sesaat, setelah kabut lenyap tertiup angin tampak nisa berlindung di balik barier kristas transparan yang ia buat
Nisa melepaskan barier itu, pelindung itu hilang seketika, nisa berlari kearah terif dengan tangan kosong, terif yang melihat nisa berlari ke aranya, ia kembali mengeluarkan kilatan listrik hitam, tapi kali ini kilatan itu di tepis dengan tangan nisa dengan sekali hayunan, kilatan itu terbelok kesembarang arah menghancurkan dinding kastil
Nisa tak memperdulikan ke arah mana kilatan itu menyambar ia tetap berlari ke arahnya
Sampai di depan terif ana langsung meletakan talapak tangannya di kepala sang terif
"Bisakah kau kembali" ucap nisa pelan dengan nada memohon
Terif itu mengangkat keduka kaki depan menjatuhkan nisa tepat di hadapannya, lalu terif itu terbang meninggalkan kastil
Perajurit lain hanya terpelongok melihat aksi heroit tuan putri yang ia jaga selama ini, satu-persatu perajurit mendekati tuan putri memberikan bantuan
"Nisa...!!" Sang raja keluar dari dalam kastil dengan ratu, dan memeluk nisa
Sang raja dan ratu menangis tersedu-sedu dihadapan sang putri dan perajuritnya
- singkat cerita seperti inilah kisahku, aku seorang tuan putri penguasa negri ini dengan bakat alami yang aku miliki, bisa dibilang aku ini tuan putri sekaligus penyihir hebat!!
Cerita ini belum dimulai, ini hanya perkenalan, ingat!!
Chapter 01
#jamur
***
Nisa membukakan matanya menatap lurus ke arah langit-langit, ia mendapatkan pandangan yang tak lazim, itu jerami bukan atap logam seperti yang ia lihat sejak kecil sampai saat ini
Nisa terduduk, melihat ke sekeliling. ia mendapatkan dirinya tengah terduduk di atas tumpukan jerami dan ini tempat apa!, seperti kandang kuda
Sepintas nisa melihah sebuah pintu tanpa penutup beberapa meter di hadapannya
Nisa langsung berlari ke arah pintu, baru saja tiba di pintu, nisa tertabrak seorang lelaki parubaya dengan balok kayu di tangannya
"Sakit!!.. kepalaku" ciut nisa memegangi kepalanya
"He... sudah sadarkah?" Tanya lelaki itu lalu pergi ke sudut ruangan meletakan balok kayu dan kembali ke hadapan nisa
"Kau siapa?"
"Toka" jawab toka singkat lalu ia duduk di atas jerami
"Ini di mana?" Tanya nisa tanpa basa-basi
"Ini gubuk kesayanganku"
"Aku kira kandang kuda"
"WOI.! Ini gubuk!"
"tapi bukannya ini lebih mirip kandang kuda dari pada gubuk, lihat pintu ini, kemana penutupnya?!" Nisa menunjuk ke arah jalan keluar yang ia ingin lewati tadi
"Aku jual"
"Kenapa?"
"Aku butuh makanan" Jawab toka datar, lalu toka berbaring di tumpukan jerami
"Aku tau itu!, yang kutanya kenapa kau jual pintu ini!"
Tersentak nisa terdiam sesaat setelah menanyakan pertanyaan tak berbobot itu ke arah toka
Tunggu kenapa aku bahas pintu, bukan membahas kenapa aku bisa berada di sini. Baiklah akan ku bahas setelah pintu ini selesai
Batin nisa berbicara
"Kenapa kau diam, kau lapar ?, itu ada kayu yang aku bawah tadi" ucap toka
"Ahh.. kayu?, kamu pikir aku rayap"
"Aku pikir kau bukan rayap biasa, tapi seperti ratunya hihihi" ucap toka ditutup tawa kecil
Tiba-tiba kepala nisa mendadak sakit, ia memegangi kepalanya lagi, Kilasan monokron sesaat tertampil di pikiran nisa tentang kastil pada hari ulang tahunnya yang ketujuh belas, pandangannya kabur sementara hanya beberapa detik, setelah hampir lewat 10 detik pandangannya pulih kembali dan rasa sakit yang menyerangnya tadi ikut hilang
"Ratu rayap kau kenapa?" Tanya toka duduk
"Aku ingat, aku kan putri" gumam nisa memandang arah bawah sendiri
"Iya kau ratu rayap"
"Bukan!!, tapi aku beneran putri dan kenapa aku disini?" Nisa berbicara sendiri sambil mencoba mengingat-ingat lagi kejadian sebelum ia tersadar disini
"Hemmm.. karna kau lapar?"
Sakittt.. itulah yang menyerang kepala nisa kembali saat ia mulai mencoba mengakses ingatannya terlalu dalam
Toka mengambil kayu lalu menyodorkannya ke nisa
"Ini kayu, kau lapar"
"untuk apa" nisa melirik ke arah toka
Krak ..
Bunyi retakan dari dalam kayu, kayu itu terbela menjadi dua dan terlihat di dalamnya terdapat jamur yang berwarna hitam keunguan. Toka mengambil salah satu jamur yang berada di dalam kayu. Tanpa basa-basi toka langsung menyantapnya
"Kau mau" toka menyodorkan jamur hitam itu
"Apa ini"
"Ini jamur kayu beracun" jawab toka sambil mengunya jamur
"KENAPA KAU MAKAN!!"
"Karna ini enak"
"Tampaknya kau tak apa-apa" nisa mengamati toka serius "jadi kenapa ada kata racun di jamur ini?"
"Karna jika hewan yang memakannya dia akan mati"
"SERIUS!!" Tanya nisa tak percaya
"Tenang saja kita kan manusia" jawab toka santai sambil menyodorkan kembali kayu itu
"Beneran, tak apa?"
"Ayo.., Makan saja" toka menyuruh nisa
Nisa mengambil jamur dari dalam kayu lalu memasukan ke dalam mulutnya, cairan dari jamur langsung meleleh membasaki seluruh ruang di mulut nisa, pahit bercampur manis itu lah yang nisa rasakan, seperti blu beri terciprat empeduh
Tiba-tiba kaki nisa mati rasa dan diikuti tangannya lalu satu-persatu bagian tubuhnya mati rasa hingga akhirnya nisa terjatuh kebawah dengan kondisi terduduk, dan kini ia hanya bisa melihati toka dari bawah, seluruh tubunya tak bisa bergerak
Kenapa ini, jangan-jangan aku akan mati, tidak-tidak-tidak, bukannya jamur itu aman untuk manusia?
Batin nisa
Toka memerhatikan nisa sambil mengunya jamur itu, lalu ia berkata
"Oh kau mati rasa, dulu aku juga seperti itu saat pertamana kali mencobanya, besok juga akan kembali normal" jawab toka sembari kembali mengambil jamur dari dalam kayu
Sial! Kau toka aku akan pingsan.... mata nisa mulai berat dan akhirnya nisa tertelan dalam kegelapan